Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Maret 2009

Perencanaan Pendidikan

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
Salah satu isu penting dalam penyelenggaraaan pendidikan di negara kita saat ini adalah peningkatan mutu pendidikan, namun yang terjadi justru kemerosotan mutu pendidikan dasar, menengah, maupun tingkat pendidikan tinggi. Hal ini berlangsung akibat penyelenggaraan pendidikan yang lebih menitikberatkan pada aspek kuantitas dan kurang dibarengi dengan aspek kualitasnya. Peningkaran kualitas pendidikan ditentukan oleh peningkatan proses belajar mengajar. Dengan adanya peningkatan proses belajar mengajar dapat meningkat pula kualitas lulusannya. Peningkatan kualitas proses pembelajaran ini akan sangat tergantung pada pengelolaan sekolah dan pengajaran/pendekatan yang diterapkan guru.
Berdasarkan kajian teori, kepemimpinan kepala sekolah terbukti mempengaruhi implementasi dan pemeliharaan perubahan dan berkolerasi dengan hasil belajar murid. Kualitas lulusan pendidikan dipengeruhi oleh kualitas manajemen sekolah atau manajemen pengelolaan pendidikan. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh fasilitas pendukung, proses belajar mengajar, dan pengajaran. Kemampuan sosial ekonomi orang tua siswa yang tinggi akan berkorelasi dengan penyediaan fasilitas belajarnya, yang akhirnya dapat meningkatkan motivasi belajar. Dalam proses pembelajaran, motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar.
Mutu pendidikan tidak dipengaruhi oleh faktor tunggal, ada sejumlah variabel yang dianggap saling berhubungan/ mempengaruhi. Hal ini perlu sebuah kajian yang akan mengidentifikasi secara empirik hubungan langsung atau tidak langsung dalam suatu rangkaian dari sistem pendidikan.
E-learning di Sekolah dan KTSP


Pergeseran paradigma dalam pranata pendidikan yang semula terpusat menjadi desentralistis membawa konsekuensi dalam pengelolaan pendidikan, khususnya di tingkat sekolah. Kebijakan tersebut dapat dimaknai sebagai pemberian otonomi yang seluas-luasnya kepada sekolah dalam mengelola sekolah, termasuk di dalamnya berinovasi dalam pengembangan kurikulum dan model-model pembelajaran.

Otonomi yang luas itu, hendaknya diimbangi dengan perubahan yang berorientasi kepada kinerja dan partisipasi secara menyeluruh dari komponen pendidikan yang terkait. Kondisi ini gayut dengan perubahan kurikulum yang sedang diluncurkan dewasa ini oleh pemerintah, yakni kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Konsekuensi yang harus ditanggung oleh sekolah adalah restrukturisasi dalam pengelolaan sekolah (capacity building), profesionalisme guru, penyiapan infrastruktur, kesiapan siswa dalam proses belajar dan iklim akademik sekolah.

Kebijakan penerapan KTSP dan pemberian otonomi pendidikan juga diharapkan melahirkan organisasi sekolah yang sehat serta terciptanya daya saing sekolah. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan pembelajaran berbasis teknologi informasi yang sangat pesat, hendaknya sekolah menyikapinya dengan seksama agar apa yang dicita-citakan dalam perubahan paradigma pendidikan dapat segera terwujud. Kecenderungan yang telah dikembangkan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran adalah program e-learning.

Beragam istilah dan batasan telah dikemukakan oleh para ahli teknologi informasi dan pakar pendidikan. Secara sederhana e-learning dapat difahami sebagai suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi berupa komputer yang dilengkapi dengan sarana telekomunikasi (internet, intranet, ekstranet) dan multimedia (grafis, audio, video) sebagai media utama dalam penyampaian materi dan interaksi antara pengajar (guru/dosen) dan pembelajar (siswa/mahasiswa).

Model pembelajaran berbasis TIK dengan menggunakan e-learning berakibat pada perubahan budaya belajar dalam kontek pembelajarannya. Setidaknya ada empat komponen penting dalam membangun budaya belajar dengan menggunakan model e-learning di sekolah. Pertama, siswa dituntut secara mandiri dalam belajar dengan berbagai pendekatan yang sesuai agar siswa mampu mengarahkan, memotivasi, mengatur dirinya sendiri dalam pembelajaran. Kedua, guru mampu mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan, memfasilitasi dalam pembelajaran, memahami belajar dan hal-hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Ketiga tersedianya infrastruktur yang memadai dan yang ke empat administrator yang kreatif serta penyiapan infrastrukur dalam memfasilitasi pembelejaran.

Permasalahan yang dihadapi sekolah saat ini adalah pada tingkat kesiapan peserta belajar, guru, infrastruktur sekolah, pembiayaan, efektifitas pembelajaran, sistem penyelenggaraan dan daya dukung sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran berbasis TIK. Lalu, apakah mungkin program e-learning dapat dilaksanakan di sekolah? Ini yang menjadi esensi dari kebermaknaan e-learning di sekolah.

Menyiapkan program e-learning

Pengalaman menunjukan dalam menyiapkan program e-learning tidaklah sesulit dalam bayangan kita, asalkan kita memiliki kemauan dan komitmen yang kuat untuk menuju ke arah itu. Tanpa komitmen dan dukungan secara teknis maka program e-learning di sekolah tidak mungkin akan terealiasi. Ada tip tentang kunci sukses terealisasinya program e-learning, sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Bates, 2005) dalam journal of e-learning volume 5 tahun 2005, yakni adanya perencanaan dan leadership yang terarah dengan mempertimbangkan efektifitas dalam pembiayaan, integritas sistem teknologi serta kemampuan guru dalam mengadapsi perubahan model pembelajaran yang baru yang sudah barang tentu didukung kemampuan mencari bahan pembelajaran melalui internet serta mempersiapkan budaya belajar bagi siswa.

Ada empat langkah dalam manajemen pengelolaan program e-learning yakni pertama menentukan strategi yang jelas tentang target audience, pembelajarannya, lokasi audience, ketersediannya infrastruktur, budget dan pengembalian investasi yang tidak hanya berupa uang tunai. Kedua menentukan peralatan misalnya hoste vs installed LMS dan Commercial or OS-LMS, ketiga adalah adanya hubungan dengan perusahan yang mengembangkan penelitian berkaitan dengan program e-learning yang dikembangkan di sekolah. Ke empat menyiapkan bahan-bahan yang akan dibutuhkan bersifat spesifik, usulan yang dapat diimplementasikan serta menyiapkan short response time. Kesemuanya itu, hendaknya perlu dipikirkan masak-masak dalam konteks investasi jangka panjang.

Membudayakan belajar berbasis TIK

Berkembangnya teknologi pembelajaran berbasis TIK mulai tahun 1995 an, salah satu kendalanya adalah menyiapkan peserta didik dalam budaya belajar berbasis teknologi informasi serta kurang trampilnya dalam menggunakan perangkat komputer sebagai sarana belajar, serta masih terbatasnya ahli dalam teknologi multimedia khususnya terkait dengan model-model pembelajan. Untuk mempersiapkan budaya belajar berbasis TIK adalah keterlibatan orang tua murid dan kultur masyarakat akan teknologi serta dukungan dari lingkungan merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan. Pembentukan kominitas TIK sangat mendukung untuk membudayakan anak didik dengan teknologi. Model ini telah dikembangkan di Jepang tepatnya di Shuyukan High School dengan membentuk club yang dinamai (Information Science Club), yakni sebagai wadah siswa untuk bersinggungan dengan budaya teknologi.

Kompetensi guru dalam pembelajaran Ada tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki guru untuk menyelenggarakan model pembelajaran e-learning. Pertama kemampuan untuk membuat desain instruksional (instructional design) sesuai dengan kaedah-kaedah paedagogis yang dituangkan dalam rencana pembelelajaran. Kedua, penguasaan TIK dalam pembelajaran yakni pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang up to date dan berkualitas dan yang ketiga adalah penguasaan materi pembelajaran (subject metter) sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.

Langkah-langkah kongkrit yang harus dilalui oleh guru dalam pengembangan bahan pembelajaran adalah mengidentifikasi bahan pelajaran yang akan disajikan setiap pertemuan, menyusun kerangka materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional dan pencapainnya sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Bahan tersebut selanjutnya dibuat tampilan yang menarik mungkin dalam bentuk power point dengan didukung oleh gambar, video dan bahan animasi lainnya agar siswa lebih tertarik dengan materi yang akan dipelajari serta diberikan latihan-latihan sesuai dengan kaedah-kaedah evaluasi pembelajaran sekaligus sebagai bahan evaluasi kemajuan siswa. Bahan pengayaan (additional matter) hendaknya diberikan melalui link ke situs-situs sumber belajar yang ada di internet agar siswa mudah mendapatkannya. Setelah bahan tersebut selesai maka secara teknis guru tinggal meng-upload ke situs e-learning yang telah dibuat.

Dalam penetapan kualitas pembelejaran dengan menggunakan model e-learning telah dikembangkan oleh lembaga Qualitative Standards Scholarship Assessed: An Evaluation of the Professoriate yang dikembangkan oleh Glassick, Huber and Maeroff, (2005), dengan indikator-indikator instrumen yang telah dikembangkan meliputi: kejelasan tujuan pembelajaran, persiapan bahan pembelajaran yang cukup, penyiapan metoda belajar yang sesuai, menghasilkan hasil pembelajaran yang signifikan positif, efektifitas dalam mempresentasikan bahan pelajaran serta umpan balik yang kritis dari peserta didik.

Beberapa hal yang perlu dicermati dalam menyelenggarakan program e-learning / digital classroom adalah guru menggunakan internet dan email untuk berinteraksi dengan siswa untuk mengukur kemajuan belajar siswa, siswa mampu mengatur waktu belajar, dan pengaturan efektifitas pemanfaatan internet dalam ruang multi media.

Dengan mencermati perkembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan dan beberapa komponen penting yang perlu disiapkan serta pengalaman penulis dalam mengembangkan program e-learning maka program e-learning di sekolah bukanlah suatu hayalan belaka bahkan sesegera mungkin untuk diwujudkan.

sumber:www.pendidikan.net
METODE PERENCANAAN PENDIDIKAN
Beberapa metode yang umum digunakan dalam perencanaan, tetapi dapat diterapkan di bidang pendidikan ditemukan oleh Augus W. Smith (1982), antara lain:
a. Metode mean-ways and analysis (analisis mengenai alat-cara-tujuan)
Metode ini digunakan untuk meneliti sumber-sumber dan alternatif untuk mencapai tujuan tertentu. Tiga hal yang perlu dianalysi dalam metode ini, yaitu: means yang berkaitan dengan sumber-sumber yang diperlukan, ways yang berhubungan dengan cara dan alternative tindakan yang dirumuskan dan bakal dipilih dan ends yang berhubungan dengan tujuan yang hendak dicapai. Ketiga aspek tersebut ditelaah dan dikaji secara timbal balik.
b. Metode input-output analysis
Metode ini dilakukan dengna mengadakan pengkajian terhadap interelasi dan interdependensi berbagai komponen masukan dan keluaran dari suatu system. Metode ini dapat digunakan untuk menilai alternative dalam proses transformasi.
c. Metode econometric analysis
Metode ini menggunakan data empirik, teori ekonomi dan statistika dalam mengukur perubahan dalam kaitan dengan ekonomi. Metode ekonometrik mengembangkan persamaan-persamaan yang menggambarkan hubungan ketergantungan di antara variable-variabel yang ada dalam suatu system.
d. Metode Cause-effect
Metode ini digunakan dalam perencanaan dengan menggunakan sikuen hipotetik untuk memperoleh gambaran tentang masa depan. Metode ini sangat cocok untuk perencanaan yang bersifat strategic.
e. Metode Delphi
Metode ini bertujuan untuk menentukan sejumlah alternative program. Mengeksplorasi asumsi-asumsi atau fakta yang melandasi “Judgments” tertentu dengan mencari informasi yang dibutuhkan untuk mencapai suatu consensus. Biasa metode ini dimulai dengan melontarkan suatu masalah yang bersifat umum untuk diidentifikasi menjadi masalah yang lebih spesifik. Partisipan dalam metode ini biasanya orang yang dianggap ahli dalam disiplin ilmu tertentu.
f. Metode heuristic
Metode ini dirancang untuk mengeksplorasi isu-isu dan untuk mengakomodasi pandangan-pandangan yang bertentangan atau ketidakpastian. Metode ini didasarkan atas seperangklat prinsip dan prosedur yang mensistematiskan langkah-langkah dalam usaha pemecahan masalah.
g. Metode life-cycle analysis
Metode ini digunakan terutama untuk mengalokasikan sumber-sumber dengan memperhatikan siklus kehidupan menghenai produksi, proyek, program atau aktivitas. Dalam kaitan ini seringkali digunakan bahan-bahan komperatif denga menganalogkan data, langkah-langkah yang ditempuh dalam metode ini adalah:
1. Fase Konseptualisasi;
2. Fase Spesifikasi;
3. Fase Pengembangan Prototype;
4. Fase Pengujian dan Evaluasi;
5. Fase Operasi;
6. Fase Produksi.
Metode ini bisa dipergunakan dalam bidang pendidikan terutama dalam mengalokasikan sumber-sumber pendidikan dengan melihat kecenderungan-kecenderungan dari berbagai aspek yang dapat dipertimbangkan untuk merumuskan rencana dan program.
h. Metode value added analysis
Metode ini digunakan untuk mengukur keberhasilan peningkatan produksi atau pelayanan. Dengan demikian, kita dapat mendapatkan gambaran singklat tentang konstribusi dari aspek tertentu terhadap aspek lainnya.
SISTEM OMUNIKASI PERENCANAAN PENDIDIKAN
Karena lingkungan lembaga pendidikan selalu berubah seiring dengan perkembangan zaman, maka diperlukankomunikasi dalam hal sistem perencanaan pendidikan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan, penyusunan perencanaan, pengawasan, evaluasi, serta perumusan kebijakan yang sangat memerlukan komunikasi sebagai bahan pendukung pada perencanaan pendidikan. Dalam hal ini diperlukan suatu sistem pendekatan yaitu perencanaan pendidikan partisipatori.

Dalam perencanaan pendidikan memerlukan beberapa konsep mengenai perubahan lingkungan pendidikan, kebutuhan organisasi pendidikan akan perencanaan akibat perubahan lingkungan, ciri-ciri sistem yang akan dipakai dalam perencanaan, dan beberapa teori perencanaan. Hudson menunjukkan 5 proses perencanaan yaitu radical, advocacy, transactive, synoptic, dan incremental yang dikatakan sebagai taxonomy.
Perencanaan partisipatori berarti perencanaan yang melibatkan beberapa yang berkepentingan dalam merencanakan sesuatu yang dipertentangkan dengan merencanakan yang hanya dibuat oleh seseorang atau beberapa orang atas dasar wewenang kedudukan, seperti perencana di tingkat pusat kepala-kepala kantor pendidikan di daerah. Perencanaan partisipatori banyak melibatkan orang-orang daerah yang memiliki kepentingan atas obyek yang direncanakan.
karena itu perencanaan partisipatori, memerlukan informasi dari masyarakat dalam arti perlu pendekatan pada masyarakat untuk melaksanakan perencanaan pendidikan pada satu tempat (daerah). Dalam arti hubungan lembaga pendidikan dengan komunikasinya merupakan dasar untuk memudahkan pelaksanaan perencanaan pendidikan partispatori seperti kebiasaan lembaga pendidikan dan masyarakat bekerja sama membangun pendidikan. Komunikasi antara lembaga pendidikan dengan masyarakat merupakan realisasi teori common sense dalam komunikasi, bukan teori kompetisi atau teori kontrol.
Misi, Tujuan, dan Program Perencanaan
Setiap perencanaan pada umumnya memiliki satu tujuan perencanaan yang mencakup langkah keseluruhan perencanaan, mulai perencanaan strategi sampai keperencanaan operasional. Dengan demikian proses perencanaan melalui tahap-tahap seperti:
1. Menentukan kebutuhan dasar antisipasi terhadap perubahan lingkungan atau masalah yang muncul.
2. Melakukan forecasting, menentukan program, tujuan, misi perencanaan.
3. Menspesifikasi tujuan.
4. Menentukan standar performan.
5. Menentukan alat/metode/alternatif pemecahan
6. Melakukan implementasi dan menilai
7. Mengadakan reviu.
Karena itu perencanaan pendidikan memerlukan akuntabilitas dan kontrol agar sesuai dengan lapangan kerja dalam perencanaan pendidikan, sehubungan dengan usaha menciptakan iklim organisasi pendidikan yang hangat. Dalam hal ini diperlukan kerjasama dengan masyarakat. Sebab kegiatan perencanaan pendidikan pada umumnya tidak pernah bisa dilepaskan dari masyarakat, terutama pada masyarakat yang ada di sekitarnya.
Itu sebabnya mengapa perlu komunikasi dengan masyarakat, semua itu ada hubungannya di mana saling memberi, saling mendukung, dan saling menguntungkan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat. Karena masyarakat turut bertanggungjawab terhadap kemajuan dan kelancaran proses pendidikan dalam lembaga pendidikan. Karena masyarakat sudah menjadi bagian kegiatan yang penting dalam mengendalikan roda perjalanan organisasi pendidikan. Sehingga masalah yang muncul baik dari lembaga sendiri maupun di masyarakat dapat diselesaikan dengan mudah dan lebih tuntas.
Khusus para perencana pendidikan lebih-lebih perencanaan yang bersifat partisipatori yang perencanaan dilakukan bersama di antara pecinta pendidikan yaitu lembaga pendidikan dan warga masyarakat. Mereka yang dapat mempengaruhi pendidikan dan dapat dipengaruhi oleh pendidikan yang di sebut stakeholder.

Model - Model Perencanaan Pendidikan
Blog Manajemen Pendidikan Indonesia

Beberapa model perencanaan pendidikan yang patut diketahui, antara lain:
a. Model Perencanaan Komperehensif
Model ini terutama digunakan untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam system pendidikan secara keseluruhan. Di samping itu berfungsi sebagai suatu patokan dalam menjabarkan rencana-rencana yang lebih spesifik kea rah tujuan-tujuan yang lebih luas.

b. Model Target Setting
Model ini diperlukan dalam upaya melaksanakan proyeksi ataupun memperkirakan tingkat perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Dalam persiapannya dikenal:
1. Model untuk menganalisis demografis dan proyeksi penduduk
2. Model untuk memproyeksikan enrolmen( jumlah siswa terdaftar ) sekolah
3. Model untuk memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja.

c. Model Costing dan keefektifan biaya
Model ini sering digunakan untuk menganalisis proyek-proyek dalam criteria efisien dan efektifitas ekonomis. Dengan model ini dapat diketahui proyek yang paling fleksibel dan memberikan suatu perbandingan yang paling baik di antara proyek-proyek yang menjadi alternative penanggulangan masalah yang dihadapi.
Penggunaan model ini dalam pendidikan didasarkan pada pertimbangan bahwa pendidikan itu tidak terlepas pada pertimbangan bahwa pendidikan itu tidak terlepas dari masalah pembiayaan. Dan, dengan sejumlah biaya yang dikeluarkan selama proses pendidikan, diharapkan dalam kurun waktu tertentu dapat memberikan benefit tertentu.

d. Model PPBS
PPBS (planning, programming, budgeting system) bermakna bahwa perencanaan, penyusunan program dan penganggaran dipandang sebagai suatu system yang tak terpisahkan satu sama lainnya. PPBS merupakan suatu proses yang komprehensif untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif. Beberapa ahli memberikan pengertian, antara lain: Kast Rosenzweig (1979) mengemukakan bahwa PPBS merupakan suatu pendekatan yang sistematik yang berusaha untuk menetapkan tujuan, mengembangkan program-program, untuk dicapai, menemukan besarnya biaya dan alternative dan menggunakan proses penganggaran yang merefleksikan kegiatan program jangka panjang. Sedangkan Harry J. Hartley (1968) mengemukakan bahwa PPBS merupakan proses perencanaan yang komprehensif yang meliputi program budget sebagai komponen utamanya.
Berdasarkan kedua pengertian tersebut di atas dapat di simpulkan bahwa:
1. PPBS merupakan pendekatan yang sistematik. Oleh kaena itu, untuk menerapkan PPBS diperlukan pemahaman tentang konsep dan teori system.
2. PPBS merupakan suatu proses perencanaan komprehensif. Penerapannya hanya dimungkinkan untuk masalah-masalah yang kompleks dan dalam organisasi yang dihadapkan pada masalah yang rumit dan komprehensif.

Untuk memahami PPBS secara baik, maka perlu kita perhatikan sifat-sifat esensial dari system ini. Esensi dari PPBS adalah sebagai berikut:
1. Memperinci secara cermat dan menganalisis secara sistematik terhadap tujuan yang hendak dicapai.
2. Mencari alternative-alternatif yang relevan, cara yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan.
3. Menggambarkan biaya total dari setiap alternative, baik langsung ataupun tidak langsung, biaya yang telah lewat ataupun biaya yang akan dating, baik biaya yang berupa uang maupun biaya yang tidak berupa uanag.
4. Memberikan gambaran tentang efektifitas setiap alternative dan bagaimana alternative itu mencapai tujuan.
5. Membandingkan dan menganalisis alternative tersebut, yaitu mencari kombinasi yang memberikan efektivitas yang paling besar dari suber yang ada dalam pencapaian tujuan ( Jujun S, 1980).


Referensi:
Fattah, Nanang. 2001, Landasan Manajemen Pendidikan . Bandung, PT. Remaja Rosdakarya, Cetakan kelima.

PERENCANAAN PENDIDIKAN
Karena lingkungan lembaga pendidikan selalu berubah seiring dengan perkembangan zaman, maka diperlukankomunikasi dalam hal sistem perencanaan pendidikan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan, penyusunan perencanaan, pengawasan, evaluasi, serta perumusan kebijakan yang sangat memerlukan komunikasi sebagai bahan pendukung pada perencanaan pendidikan. Dalam hal ini diperlukan suatu sistem pendekatan yaitu perencanaan pendidikan partisipatori.

Dalam perencanaan pendidikan memerlukan beberapa konsep mengenai perubahan lingkungan pendidikan, kebutuhan organisasi pendidikan akan perencanaan akibat perubahan lingkungan, ciri-ciri sistem yang akan dipakai dalam perencanaan, dan beberapa teori perencanaan. Hudson menunjukkan 5 proses perencanaan yaitu radical, advocacy, transactive, synoptic, dan incremental yang dikatakan sebagai taxonomy.
Perencanaan partisipatori berarti perencanaan yang melibatkan beberapa yang berkepentingan dalam merencanakan sesuatu yang dipertentangkan dengan merencanakan yang hanya dibuat oleh seseorang atau beberapa orang atas dasar wewenang kedudukan, seperti perencana di tingkat pusat kepala-kepala kantor pendidikan di daerah. Perencanaan partisipatori banyak melibatkan orang-orang daerah yang memiliki kepentingan atas obyek yang direncanakan.
karena itu perencanaan partisipatori, memerlukan informasi dari masyarakat dalam arti perlu pendekatan pada masyarakat untuk melaksanakan perencanaan pendidikan pada satu tempat (daerah). Dalam arti hubungan lembaga pendidikan dengan komunikasinya merupakan dasar untuk memudahkan pelaksanaan perencanaan pendidikan partispatori seperti kebiasaan lembaga pendidikan dan masyarakat bekerja sama membangun pendidikan. Komunikasi antara lembaga pendidikan dengan masyarakat merupakan realisasi teori common sense dalam komunikasi, bukan teori kompetisi atau teori kontrol.
Misi, Tujuan, dan Program Perencanaan
Setiap perencanaan pada umumnya memiliki satu tujuan perencanaan yang mencakup langkah keseluruhan perencanaan, mulai perencanaan strategi sampai keperencanaan operasional. Dengan demikian proses perencanaan melalui tahap-tahap seperti:
1. Menentukan kebutuhan dasar antisipasi terhadap perubahan lingkungan atau masalah yang muncul.
2. Melakukan forecasting, menentukan program, tujuan, misi perencanaan.
3. Menspesifikasi tujuan.
4. Menentukan standar performan.
5. Menentukan alat/metode/alternatif pemecahan
6. Melakukan implementasi dan menilai
7. Mengadakan reviu.
Karena itu perencanaan pendidikan memerlukan akuntabilitas dan kontrol agar sesuai dengan lapangan kerja dalam perencanaan pendidikan, sehubungan dengan usaha menciptakan iklim organisasi pendidikan yang hangat. Dalam hal ini diperlukan kerjasama dengan masyarakat. Sebab kegiatan perencanaan pendidikan pada umumnya tidak pernah bisa dilepaskan dari masyarakat, terutama pada masyarakat yang ada di sekitarnya.
Itu sebabnya mengapa perlu komunikasi dengan masyarakat, semua itu ada hubungannya di mana saling memberi, saling mendukung, dan saling menguntungkan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat. Karena masyarakat turut bertanggungjawab terhadap kemajuan dan kelancaran proses pendidikan dalam lembaga pendidikan. Karena masyarakat sudah menjadi bagian kegiatan yang penting dalam mengendalikan roda perjalanan organisasi pendidikan. Sehingga masalah yang muncul baik dari lembaga sendiri maupun di masyarakat dapat diselesaikan dengan mudah dan lebih tuntas.
Khusus para perencana pendidikan lebih-lebih perencanaan yang bersifat partisipatori yang perencanaan dilakukan bersama di antara pecinta pendidikan yaitu lembaga pendidikan dan warga masyarakat. Mereka yang dapat mempengaruhi pendidikan dan dapat dipengaruhi oleh pendidikan yang di sebut stakeholder.
Referensi:
Pidarta, Made, 2005, Perencanaan Pendidikan Partisipatori, Jakarta, P.T Asdi Mahasatya, Cetakan ketiga.
sumber:www.pendidikan.net

Pendidikan

PENDIDIKAN

Ke arah manakah pendulum dunia pendidikan formal kita? Metode penilaian UAN mengandung unsur manipulasi pihak yang berkompetensi dalam menentukan hasil usaha dan perjuangan anak didik. Yang lebih tragis adalah pendidikan ketidakadilan di kalangan anak- anak didik. Secara tak sadar dunia pendidikan formal kita sedang mempersiapkan dan melahirkan generasi muda yang menghalalkan sistem "katrol-katrol"-an, mengubah realitas menurut maksud manusia, merugikan pihak lain tanpa rasa bersalah dan diuntungkan dengan jalan haram.

Sistem penilaian UAN perlu mempertimbangkan kerangka holistik pendidikan tanpa meninggalkan cara pandang berperspektif interdisipliner dalam suatu konteks keseluruhan yang membantu manusia untuk lebih memahami dan menyelami makna pendidikan humaniora. Dikotomi klasik yang memisahkan otak- hati, pengetahuan-agama, keindahan-fungsi segera ditinggalkan karena pendekatan ini akan menimbulkan fragmentasi dalam hidup manusia.

Betapapun, metode penilaian UAN perlu ditempatkan dalam bingkai dunia pendidikan holistik tempat manusia belajar hidup bersama dengan yang lain. Ruang kelas menjadi sebuah komunitas. Dunia pendidikan menjadi tempat bagi manusia untuk mengembangkan hubungan-hubungan baik, adil, terbuka, jujur, saling menghormati, tak merugikan pihak lain. Pendidikan ini tidak lagi memprioritaskan kompetisi, tapi proses belajar saling mendukung, kerja sama dan membebaskan. Suatu masyarakat yang lebih baik, adil dan sejahtera menjadi sasaran utama dalam proses pendidikan holistik. Lalu, apakah sistem penilaian UAN mendapat tempat dalam konteks pendidikan ini? Tolong kasih komentar diatas ! ditunggu ....................

Rabu, 29 Oktober 2008

SK Pembagian Tugas 2007-2008


SURAT KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 4 PRABUMULIH

NOMOR : 420/ 214 /SMP.04/KP/2007

Tentang

PEMBAGIAN TUGAS GURU DALAM KEGIATAN PROSES

BELAJAR MENGAJAR ATAU BIMBINGAN DAN PENYULUHAN

SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2007 – 2008

Menimbang

:

Bahwa dalam rangka memperlancar Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar pada SMP Negeri 4 Prabumulih, perlu menetapkan pembagian tugas tugas guru.

Mengingat

:

  1. Undang – undang Sisdiknas nomor . 20 Tahun 2003
  2. Peraturan pemerintah nomor. 22 Tahun 2006
  3. Peraturan pemerintah nomor. 23 Tahun 2006
  4. Peraturan pemerintah nomor. 24 Tahun 2006
  5. Undang-undang RI No 14 Tahun 2006
  6. Kep. Men RI 162 Tahun 2005
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 09 Tahun 2007

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

Pertama

:

Pembagian tugas dalam kegiatan proses belajar mengajar seperti tersebut dalam lampiran I Surat Keputusan ini

Kedua

:

Pembagian tugas dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan seperti tersebut dalam lampiran II Surat Keputusan ini

Ketiga

:

Menugaskan guru untuk melaksanakan tugas sebagai wakil Kepala Sekolah dan Koordinator urusan seperti tersebut dalam lampiran III Surat Keputusan ini.

Keempat

:

Menugaskan guru untuk melaksanakan sebagai wali kelas seperti tersebut pada lampiran IV Surat Keputusan ini.

Kelima

:

Pembagian guru pembina dan koordinator seperti tersebut pada lampiran V Surat Keputusan ini.

Keenam

:

Pembagian tugas guru piket pada jam kerja seperti tersebut pada lampiran VI Surat Keputusan ini

Ketujuh

:

Masing – masing melaporkan pelaksanaan tugasnya secara tertulis dan berkala kepada Kepala Sekolah

Kedelapan

:

Segala sesuatu dan biaya yang timbul akibat pelaksanaan tugasnya dibebankan pada anggaran yang berlaku

Kesembilan

:

Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini dapat diadakan perbaikan sebagaimana biasanya dan berlaku sejak tanggal ditetapkan

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 16 Juli 2007

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI, S.Pd

NIP. 131 418 447

Tembusan :

1. Kepala Kantor Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Selatan di Palembang

2. Kepala Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kota Prabumulih

3. Yang bersangkutan

4. Arsip

Lampiran II

Tugas Dalam Kegiatan

Bimbingan dan Penyuluhan

Nomor :420/214 /SMP.04/KP/2007

Tanggal : 16 Juli 2007

NO

Nama/NIP

Jumlah Siswa Asuh BK

Banyak Jam

Keterangan

1.

Dra. Holmiati

132136217

200

24

VII.1 s.d VIII.1

2.

M.Ruslan Alatif

131595596

200

24

VIII.2 s.d IX.4

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 16 Juli 2007

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI, S.Pd

NIP. 131 418 447

Lampiran III

Tugas Guru Sebagai Wakil Kepala

Sekolah dan Koordinator Urusan

Nomor :420/214 /SMP.04/KP/2007

Tanggal : 16 Juli 200

NO

N A M A

NIP

PANGKAT , GOL

JABATAN

1.

Amin Jaya,S.Pd

131418192

Pembina, IV/a

Wakil

Kepala Sekolah

2.

Heryadi,S.Pd

131575757

Pembina, IV/a

Wakil

Kepala Sekolah

3.

Dra. Hairul Nisa

132087942

Penata Tk.I, III/d

Koordinator Urusan

Kesiswaan

4.

Edy Hermin, S.Pd

131285201

Pembina, IV/a

Koordinator Urusan

Sarana Prasarana

5.

Ubaidillah,Amd.Pd

131668345

Penata Tk. I, III/d

Koordinator Urusan

Humas

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 16 Juli 2007

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI, S.Pd

NIP. 131 418 447

Lampiran IV

Pembagian Tugas Guru Sebagai Wali Kelas

Nomor : 420/214 /SMP.04/KP/2007

Tanggal : 16 Juli 2007

No

NAMA

NIP

Pangkat

Wali Kelas

1

Endra Sumarsih

131788768

Penata Muda, III/a

VII.1

2

Khodijah

131392875

Penata Tk. 1, III/d

VII.2

3

Leliwati Panggaribuan,S.Pd

132280283

Penata Muda, III/a

VII .3

4

Marliya,S.Pd

440041212

Penata Muda, III/a

VII.4

5

Yuniarti,S.Pd

132173491

Penata, III/c

VII.5

6

Deby Aryani,S.Pd

440035142

Penata Muda, III/a

VIII.1

7

Aprida,S.Pd

440038818

Penata Muda, III/a

VIII.2

8

Supriyati,S.P

440038837

Penata Muda, III/a

VIII.3

9

Yusro Elly

131403675

Penata Tk. 1, III/d

VIII.4

10

Rohani,S.Pd

132200340

Penata, III/c

IX.1

11

Dra. Yusria

131780661

Pembina, IV/a

IX.2

12

Tati Maryani

131419373

Penata Tk. 1, III/d

IX.3

13

Napsiah,S.Pd

132198310

Penata, III/c

IX.4

Catatan Tugas Wali Kelas :

1. Pengelolaan kelas

2. Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi :

a. denah tempat duduk kelas

b. papan absensi siswa

c. daftar pelajaran kelas

d. daftar piket kelas

e. buku absensi siswa

f. buku kegiatan pembelajaran/buku kelas

g. tata tertib kelas

3. Penyusunan/pembuatan statistik bulanan siswa

4. Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (legger)

5. Pembuatan catatan khusus tentang siswa

6. Pembuatan mutasi siswa

7. Pengisian Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar

8. Pembagian Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 16 Juli 2007

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI ,S.Pd

NIP. 131418447

Lampiran VI

Pembagian tugas guru piket

Nomor : 420/214 /SMP.04/KP/2007

Tanggal : 16 Juli 2007

No

Jadwal Piket

Nama

NIP

Pangkat, Gol

1

SENIN

Herlini

131392461

Penata, III/c

Elly Navida

131784634

Penata, III/c

Mislia Ulfa,S.Pd

-

-

2

SELASA

Holmiati

132136217

Penata Tk 1, III/d

Neti Atika

150170260

Penata Muda Tk 1, III/b

Marinda Dwi Aprilia,S.Pd

-

-

3

RABU

CH. Ani Sundari

132173964

Penata Tk 1, III/d

Desi Suryani

-

-

Irma,S.Pd

440031387

Penata Muda, III/a

4

KAMIS

Jusman

131392452

Penata Tk 1, III/d

Sutirah,S.Pd

131913574

Penata, III/c

H. Amirul,S.Pd. M.M

132204091

Penata, III/c

5

JUM’AT

H.M. Ruslan A Latif,S.Pd

131595596

Penata Tk 1, III/d

Sartono

131996374

Penata, III/c

Novita Yesiana,S.Pd

-

-

6

SABTU

H. Chairul Munir,BA

131288673

Pembina, IV/a

Darmawati

131995418

Penata Muda Tk 1, III/b

Elora Santa M. S.Pd

-

-

Yenni Eryati,S.Pd

440031392

Penata Muda, III/a

Tugas Guru piket :

  1. Hadir lebih dahulu dari pada guru yang lain
  2. Menyelesaikan Administrasi yang berhubungan dengan siswa dalam KBM hari itu.
  3. Mencatat ketidakhadiran siswa dan guru pada buku piket
  4. Mencatat semua kejadian yang terjadi di lingkungan sekolah
  5. Mengatur siswa untuk melaksanakan tugas piket sesuai dengan jadwal Piket Umum sekolah
  6. Bertanggung jawab atas kegiatan yang sedang berlangsung
  7. Melaporkan peristiwa penting kepada wakil atau Kepala Sekolah
  8. Mengatur waktu belajar
  9. Mengisi kelas yang tidak ada gurunya
  10. Mengatur dan mengurus tamu yang datang sesuai dengan kepentingannya
  11. Memantau pelaksanaan 7 K
  12. Pulang setelah semua tugas baik kegiatan belajar maupun piket selesai.

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 16 Juli 2007

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI ,S.Pd

NIP. 131418447

Lampiran V

Pembagian tugas guru Sebagai Pembina

Nomor :420/214 /SMP.04/KP/2007

Tanggal : 16 Juli 200

NO

NAMA

NIP

PANGKAT / GOL

JABATAN

1

Ibrahim Karim, BA

131651501

Penata TK. I, III/d

Pembina OSIS

2

Supriyati,S.P

440038837

Penata Muda ,III/a

Pembina kebersihan, keindahan, kerindangan ( 7 K )

3

Darmawati

131995418

Penata Muda Tk. I,III/b

4

Yuniarti, S.Pd

132173491

Penata, III/c

5

Dra. Yusria

131780661

Pembina,IV/a

Kekeluargaan

6

Tetra Lina Dewi

132013879

Pengatur TK.I,II/d

7

Endra Sumarsih

131788678

Penata, III/c

8

Ellora Santa M, S.Pd

61200136

-

UKS

9

Marliya,S.Pd

440041212

Penata Muda, III/a

UKS

10

Khodijah

131392875

Penata TK. I, III/d

Pembina Laboraturium

11

H. Chairul Munir

131288673

Pembina, IV/a

Pembina kerohanian

12

M. Ruslan Alatif, S.Pd

131595596

Penata Tk.I, III/d

Pembina Pramuka

13

Aprida, S.Pd

440038818

Penata Muda, III/a

14

Roliah

130674947

Penata Muda Tk 1, III/b

Pembina Koperasi

15

Yuliana

-

-

16

Irma,S.Pd

440031387

Penata Muda, III/a

Pembina Perpustakaan

17

Dainoti

131996284

Penata Muda Tk. I,III/b

Sanggar Seni

18

Desi Suryani, S.Pd

-

-

OR / Prestasi

19

Sunarti

041101723

-

20

Sutirah

131913574

Penata, III/c

Sanggar Imtek

21

Debi Aryani, S.Pd

440035142

Penata Muda, III/a

22

Leli Wati Pangaribuan, S.Pd

132280283

Penata Muda, III/a

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 16 Juli 2007

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI, S.Pd

NIP. 131 418 447


SURAT KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 4 PRABUMULIH

NOMOR : 420/ 016 /SMP.04/KP/2008

Tentang

PEMBAGIAN TUGAS GURU DALAM KEGIATAN PROSES

BELAJAR MENGAJAR ATAU BIMBINGAN DAN PENYULUHAN

SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2007 – 2008

Menimbang

:

Bahwa dalam rangka memperlancar Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar pada SMP Negeri 4 Prabumulih, perlu menetapkan pembagian tugas tugas guru.

Mengingat

:

  1. Undang – undang Sisdiknas nomor . 20 Tahun 2003
  2. Peraturan pemerintah nomor. 22 Tahun 2006
  3. Peraturan pemerintah nomor. 23 Tahun 2006
  4. Peraturan pemerintah nomor. 24 Tahun 2006
  5. Undang-undang RI No 14 Tahun 2006
  6. Kep. Men RI 162 Tahun 2005
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 09 Tahun 2007

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

Pertama

:

Pembagian tugas dalam kegiatan proses belajar mengajar seperti tersebut dalam lampiran I Surat Keputusan ini

Kedua

:

Pembagian tugas dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan seperti tersebut dalam lampiran II Surat Keputusan ini

Ketiga

:

Menugaskan guru untuk melaksanakan tugas sebagai wakil Kepala Sekolah dan Koordinator urusan seperti tersebut dalam lampiran III Surat Keputusan ini.

Keempat

:

Menugaskan guru untuk melaksanakan sebagai wali kelas seperti tersebut pada lampiran IV Surat Keputusan ini.

Kelima

:

Pembagian guru pembina dan koordinator seperti tersebut pada lampiran V Surat Keputusan ini.

Keenam

:

Pembagian tugas guru piket pada jam kerja seperti tersebut pada lampiran VI Surat Keputusan ini

Ketujuh

:

Masing – masing melaporkan pelaksanaan tugasnya secara tertulis dan berkala kepada Kepala Sekolah

Kedelapan

:

Segala sesuatu dan biaya yang timbul akibat pelaksanaan tugasnya dibebankan pada anggaran yang berlaku

Kesembilan

:

Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini dapat diadakan perbaikan sebagaimana biasanya dan berlaku sejak tanggal ditetapkan

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 7 Januari 2008

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI, S.Pd

NIP. 131 418 447

Tembusan :

1. Kepala Kantor Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Selatan di Palembang

2. Kepala Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kota Prabumulih

3. Yang bersangkutan

4. Arsip

Lampiran II

Tugas Dalam Kegiatan

Bimbingan dan Penyuluhan

Nomor :420/ 016/SMP.04/KP/2008

Tanggal : 7 Januari 2008

NO

Nama/NIP

Jumlah Siswa Asuh BK

Banyak Jam

Keterangan

1.

Dra. Holmiati

132136217

200

24

VIII.3 s.d IX.4

2.

M.Ruslan Alatif

131595596

200

24

VII.1 s.d VIII.2

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 7 Januari 2008

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI, S.Pd

NIP. 131 418 447

Lampiran III

Tugas Guru Sebagai Wakil Kepala

Sekolah dan Koordinator Urusan

Nomor :420/016 /SMP.04/KP/2007

Tanggal : 7 Januari 2008

NO

N A M A

NIP

PANGKAT , GOL

JABATAN

1.

Amin Jaya,S.Pd

131418192

Pembina, IV/a

Wakil

Kepala Sekolah

2.

Heryadi,S.Pd

131575757

Pembina, IV/a

Wakil

Kepala Sekolah

3.

Dra. Hairul Nisa

132087942

Penata Tk.I, III/d

Koordinator Urusan

Kesiswaan

4.

Edy Hermin, S.Pd

131285201

Pembina, IV/a

Koordinator Urusan

Sarana Prasarana

5.

Ubaidillah,Amd.Pd

131668345

Penata Tk. I, III/d

Koordinator Urusan

Humas

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 7 Januari 2008

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI, S.Pd

NIP. 131 418 447

Lampiran IV

Pembagian Tugas Guru Sebagai Wali Kelas

Nomor : 420/016 /SMP.04/KP/2007

Tanggal : 7 Januari 2008

No

NAMA

NIP

Pangkat

Wali Kelas

1

Endra Sumarsih

131788768

Penata Muda, III/a

VII.5

2

Khodijah

131392875

Penata Tk. 1, III/d

VII.2

3

Leliwati Panggaribuan,S.Pd

132280283

Penata Muda, III/a

VII .3

4

Marliya,S.Pd

440041212

Penata Muda, III/a

VII.4

5

Yuniarti,S.Pd

132173491

Penata, III/c

VII.1

6

Deby Aryani,S.Pd

440035142

Penata Muda, III/a

VIII.1

7

Aprida,S.Pd

440038818

Penata Muda, III/a

VIII.2

8

Supriyati,S.P

440038837

Penata Muda, III/a

VIII.3

9

Yusro Elly

131403675

Penata Tk. 1, III/d

VIII.4

10

Rohani,S.Pd

132200340

Penata, III/c

IX.1

11

Dra. Yusria

131780661

Pembina, IV/a

IX.2

12

Tati Maryani

131419373

Penata Tk. 1, III/d

IX.3

13

Napsiah,S.Pd

132198310

Penata, III/c

IX.4

Catatan Tugas Wali Kelas :

  1. Pengelolaan kelas
  2. Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi :
    1. denah tempat duduk kelas
    2. papan absensi siswa
    3. daftar pelajaran kelas
    4. daftar piket kelas
    5. buku absensi siswa
    6. buku kegiatan pembelajaran/buku kelas
    7. tata tertib kelas
  3. Penyusunan/pembuatan statistik bulanan siswa
  4. Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (legger)
  5. Pembuatan catatan khusus tentang siswa
  6. Pembuatan mutasi siswa
  7. Pengisian Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar
  8. Pembagian Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 7 Januari 2008

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI ,S.Pd

NIP. 131418447

Lampiran VI

Pembagian tugas guru piket

Nomor : 420/016 /SMP.04/KP/2007

Tanggal : 7 Januari 2008

A. Koordinator Piket :

No

Nama

NIP

Pangkat, Gol

1

H.M. Ruslan A Latif,S.Pd

131595596

Pembina,IV/a

2

Dra. Holmiati

132136217

Penata Tk 1, III/d

B. Petugas Piket

No

Jadwal Piket

Nama

NIP

Pangkat, Gol

1

SENIN

Dainoti

131596284

Penata, III/c

Debi Eryati,S.Pd

440035122

Penata Muda, III/a

Yenni Eryati, S.Pd

440031392

Penata Muda, III/a

2

SELASA

Darmawati

131596418

Penata, III/c

Eli Navida

131784634

Penata Tk 1, III/d

Amirul, S.Pd MM

132204091

Penata, III/c

3

RABU

Jusman

131392452

Penata Tk 1, III/d

Endra Sumarsih

131788678

Penata Tk 1, III/d

Sartono

131996374

Penata Tk 1, III/d

4

KAMIS

Sutirah, S.Pd

131913504

Penata Tk 1, III/d

Ch. Ani Sundari, Spd

132173624

Penata, III/c

Irma, S.Pd

440031387

Penata Muda, III/a

5

JUM’AT

Tati Maryani, Amd Pd

131419373

Penata Tk 1, III/d

Yusro Eli

131403675

Penata Tk 1, III/d

Aprida, S.Pd

440038818

Penata Muda, III/a

6

SABTU

Leli Wati P. S.Pd

132280283

Penata Muda, III/a

Khodijah, Amd Pd

131392875

Penata Tk 1, III/d

Marliya

440041212

Penata Muda, III/a

Tugas Guru piket :

  1. Hadir lebih dahulu dari pada guru yang lain
  2. Menyelesaikan Administrasi yang berhubungan dengan siswa dalam KBM hari itu.
  3. Mencatat ketidakhadiran siswa dan guru pada buku piket
  4. Mencatat semua kejadian yang terjadi di lingkungan sekolah
  5. Mengatur siswa untuk melaksanakan tugas piket sesuai dengan jadwal Piket Umum sekolah
  6. Bertanggung jawab atas kegiatan yang sedang berlangsung
  7. Melaporkan peristiwa penting kepada wakil atau Kepala Sekolah
  8. Mengatur waktu belajar
  9. Mengisi kelas yang tidak ada gurunya
  10. Mengatur dan mengurus tamu yang datang sesuai dengan kepentingannya
  11. Memantau pelaksanaan 7 K
  12. Pulang setelah semua tugas baik kegiatan belajar maupun piket selesai.

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 7 Januari 2008

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI ,S.Pd

NIP. 131418447

Lampiran V

Pembagian tugas guru Sebagai Pembina

Nomor :420/016 /SMP.04/KP/2007

Tanggal : 7 Januari 2008

NO

NAMA

NIP

PANGKAT / GOL

JABATAN

1

Ibrahim Karim, BA

131651501

Penata TK. I, III/d

Pembina OSIS

2

Supriyati,S.P

440038837

Penata Muda ,III/a

Pembina kebersihan, keindahan, kerindangan ( 7 K )

3

Darmawati

131995418

Penata Muda Tk. I,III/b

4

Yuniarti, S.Pd

132173491

Penata, III/c

5

Dra. Yusria

131780661

Pembina,IV/a

Kekeluargaan

6

Tetra Lina Dewi

132013879

Pengatur TK.I,II/d

7

Endra Sumarsih

131788678

Penata, III/c

8

Ellora Santa M, S.Pd

Penata Muda, III/a

UKS

9

Marliya,S.Pd

440041212

Penata Muda, III/a

UKS

10

Khodijah

131392875

Penata TK. I, III/d

Pembina Laboraturium

11

H. Chairul Munir

131288673

Pembina, IV/a

Pembina kerohanian

12

M. Ruslan Alatif, S.Pd

131595596

Penata Tk.I, III/d

Pembina Pramuka

13

Aprida, S.Pd

440038818

Penata Muda, III/a

14

Roliah

130674947

Penata Muda Tk 1, III/b

Pembina Koperasi

15

Yuliana

-

-

16

Irma,S.Pd

440031387

Penata Muda, III/a

Pembina Perpustakaan

17

Dainoti

131996284

Penata Muda Tk. I,III/b

Sanggar Seni

18

Desi Suryani, S.Pd

-

-

OR / Prestasi

19

Sunarti

Penata Muda, III/a

20

Sutirah

131913574

Penata, III/c

Sanggar Imtek

21

Debi Aryani, S.Pd

440035142

Penata Muda, III/a

22

Leli Wati Pangaribuan, S.Pd

132280283

Penata Muda, III/a

DITETAPKAN DI : PRABUMULIH

PADA TANGGAL : 7 Januari 2008

KEPALA SEKOLAH

ASDIQI, S.Pd

NIP. 131 418 447


SURAT KETERANGAN


NOMOR : 420/ /SMP.04/KP/2008

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : ASDIQI,S.Pd

NIP : 131418447

Pangkat / Gol : Pembina, IV/a

Jabatan : Kepala SMP Negeri 4 Prabumulih

Menerangkan bahwa

Nama : HERYADI,S.Pd

NIP : 131575757

Pangkat / Gol : Pembina, IV/a

Jabatan : Guru SMP Negeri 4 Prabumulih

Benar yang bersangkutan pada Tahun Pelajaran 2007/2008

a. Mengajar mata pelajaran Matematika di kelas IX dengan jumlah Jam mengajar 24 Jam pelajaran per minggu.

b. Pada semester genap ini untuk sementara ditambah Mata pelajaran pertamanan dikelas IX sebanyak 4 jam pelajaran per minggu sebagai pengganti guru yang cuti bersalin.

c. Mendapat tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah

Demikian Surat Keterangan ini dibuat dengan sebenarnya,

dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Prabumulih, 4 Pebruari 2008

Mengetahui / Mengesahkan

Kepala Dinas Pendidikan Nasional

Kota Prabumulih

Drs. H. M. Edi Sumarno,MM

NIP 131627612

Kepala SMP Negeri 4 Prabumulih

ASDIQI,S.Pd

NIP 131418447